G.Mujiyatna

G.Mujiyatna

July 17, 2008

Kampus Biru

Filed under: ICT, Iseng - deMuji @ 11:26 am

Orang sering bilang kalo UGM tuh sering juga dikenal dengan sebutan ‘Kampus Biru’ a.k.a blue campus. Sekarang kampus biru jadi salah satu media jejaring sosial-nya UGM. Hari ini aku mengaktifkan akun-ku di http://kampusbiru.ugm.ac.id tepatnya di http://kampusbiru.ugm.ac.id/demuji plus sudah juga mencoba ngisi beberapa posting di blog-nya http://kampusbiru.ugm.ac.id/demuji/weblog/

Kebanyakan blog sebenarnya membingungkan juga, toh satu saja sudah jarang diupdate. Tapi aku usahakan mengisinya dengan isi yang sesuai (tentu saja sesuai dengan tempatnya).

Akankah kampusbiru bisa memberi wahana biru dalam dunia UGM? Ya mudah-mudahan saja.

June 10, 2008

B2W? Menyenangkan Juga

Filed under: Iseng, Kesehatan - deMuji @ 3:44 am

Biasanya saya kudu meluangkan waktu minimal 1 jam di pagi hari atau 2 jam di sore hari untuk olah-raga sepeda. Dengan tunggangan Muddy Fox Black-Green, saya biasanya menjelajahi area persawahan. Ya disamping olah-raga juga cuci mata melihat pemandangan alama nan hijau dan udara yang bersih.

Mengayuh sepeda dilingkungan yang asri dan sejuk, membuat lelah susah didapat :D keringatpun rada sulit keluar. Apalagi kalau main speed yang enteng2. Semakin terlena dengan hamparan sawah, semakin lupa kalau saya sedang olah-raga. Tapi ngga rugi kan? Olah-raga yang menyenagkan itu malah lebih baik to? Setidaknya otak kita juga jauh lebih fresh.

Pagi2 sebelum berangkat kerja kudu meluangkan waktu 1 jam bersepeda, kadang bikin saya merasa dikejar waktu juga. Atau bersepeda sore2 berarti saya harus sampai dirumah secepat mungkin, biar ngga kemalaman bersepedanya. Hmm… kenapa ngga nyoba B2W (Bike to Work)? Ya hari ini untuk pertama kalinya saya mencoba ber-B2W. Ya manfaatin waktu break semesteran. Dengan meluangkan waktu 1 jam bersepeda di pagi hari, saya malah dapat 2. Yg pertama saya dapat olah-raga, yg kedua ternyata saya sudah di kantor! (dengan gaya kaget). so saya ngga perlu pusing mikir mo berangkat ngantor jam berapa hehehehe… Bagaimana dengan pulangnya? Ya buat gantiin jadwal olah-raga sore hari donk!

Sekali ‘gayung’ dua pulau terlampaui. (note: gayung = sepeda dalam Bahasa Bali).

*Logo B2W merupakan logo Komunitas B2W Indonesia, sumber logo saya sudah lupa

April 25, 2008

Dari Sambal Terasi hingga Komputer Cita Rasa Indonesia

Filed under: ICT, Iseng - deMuji @ 5:48 am

Beberapa hari yang lalu ditemani istri, saya makan di Pizza Hut. Ya hari itu lidah saya lagi pengen spageti (bahasa sononya spaghetti). Setelah spagetinya terhidang dan saya cicipi, istri saya nanya “Enak mana ketimbang di paparons?” Hmmm… enak mana ya? Secara penyajian memang lebih menarik yang di pizza hut, namun di lidah saya spagetinya paparons lebih megang :D Bagi saya yg di paparons aroma dan rasanya di lidah itu lebih ke-Indonesiaan.

Kemarin saya sempat ngobrol sama relasi dari Acer mengani produk IT khususnya komputer yang dipasarkan di Indonesia. Harus kita akui kalau selama ini kita sebagai Bangsa Indonesia, di sektor komputer, kita masih sebatas konsumen. Parahnya konsumenpun kita mengkomsumsi produk yang didesain untuk komunitas luar sana. Bukan saja masalah bahasa, namun hampir disemua bagian. Acer pernah merilis produk desktop yang bau2 Indonesia. Cuma sayang, hal itu hanya sebentar. Tadinya saya pikir produk itu akan sukses dan terus berkelanjutan.

Saya pikir kenapa ngga para vendor itu memperhatikan ‘kita’ Bangsa Indonesia tidak semata-mata sebagai konsumen ‘tukang pakai’ saja? Budaya kita jelas banyak sekali bedanya dengan budaya-budaya diluar sana. Sekali-sekali mbok ya budaya kita juga diterapkan di produk IT yang dipasarkan di Indonesia.

Beberapa hari yang lalu saya mengecek 4 buah Mini PC (produk Pavorit bagi saya karena hemat listrik dan ringkas). Saya memang sengaja request non Vista :D bukan karena maniak open source atau tidak suka propietary, namun semata2 efesiensi. Kami sudah member MSDNAA dan juga punya stok distro Linux, jadi buat apa kami memboroskan uang Negara bayar lisensi Vista baru sementara kami sendiri sudah punya lisensi MSDN AA-nya. Namun Mini PC sudah terinstall Linux Linpus. Kenapa ngga di-pre-installed dengan Linux IGOS saja? Setidaknya disitulah Acer menyertakan ke-Indonesiaanya. Ya memang sih IGOS sendiri berbasis Linux yang saat ini sudah menjadi public culture. Ya namanya juga usaha, ngga ada salahnya mulai memasukkan Budaya Indonesia kedalam produk2 IT yg dipasarkan di Indonesia. Sebagai raja pasar komputer, sudah saatnya Acer lebih memperhatikan produk cita rasa Indonesia.

Bagaimana dengan brand komputer Indonesia? Ya bagi saya sih lebih baik isinya berbau Indonesia daripada merek-nya saja Indonesia, tapi sebenarnya cuma nempel merek saja. Banyak produk komputer yang merek-nya Indonesia, tapi kenyataanya cuma merek-nya saja, model tetap model luar. Parahnya banyak diantaranya malah kualitasnya ngga karuan. Hal ini membuat citra produk Indonesia malah semakin anjlok. Kadang kita juga takut, kalau IT yang berbau Indonesia ntar kesanya kurang modern. Ya maklum selama ini asumsinya budaya kita itu primitiv sih, ini salahnya industri pariwisata tuh yg cuma promoin tradisi lawas saja. seolah2 semakin lawas semakin menarik. Mbok yg dipromoin itu nilainya jangan umurnya.

Kembali ke makanan. Kadang kita dianggap kolot kalo ngga bisa menyantap masakan asing. Bagi saya ini bukan masalah kolot atau modern. Ndeso ato ngga, namun bagaimanapun juga kita Indonesia. Lidah katanya ngga bisa dibohongi. Bagaimanapun sambel terasi terasa lebih cocok dilidah kita ketimbang keju dan mentega. Saya merasa wajar2 saja spageti paparon lebih nyangkut di lidah karena lebih Indonesia. Ayam goreng Ninit atau Suharti lebih maknyus ketimbang yang dipatenkan KFC. Saya ngga merasa kurang modern, toh banyak yg ngaku sok modern dengan berdasi dan pakai jas lupa kalau berpakaian pakai jas dan dasi itu lebih kuno dibanding batik-batik kreasi sekarang. Ayo modern mana pakai batik atau jas+dasi?

Akankah ada laptop cita rasa Indonesia? Baik desain body, hingga ke kontennya. Hmmm vendor manakah yang akan merilis lebih dulu? Kita tunggu saja.

April 23, 2008

Heart a.k.a Hati

Filed under: Uncategorized, Iseng - deMuji @ 8:32 am

Kenapa ‘heart’ yang terkait dengan perasaan kok Bahasa Indonesianya ‘hati’? Padahal simbolnya yang seperti daun keladi terbalik berwarna merah itu kadang dibilang lambang ‘jantung’. Dimanakah letak hati si heart itu? Benarkah kita sebagai manusia mempunyai sesuatu yang namanya ‘hati’ sebagai ‘heart’ itu?

Sering kita mendengar ungkapan ‘turuti kata hatimu’, yang sepertinya sebuah ungkapan yang sangat luar biasa. Atau ungkapan ‘hatiku ngga bisa dibohongi’ yang juga terkesan ngga bisa dibantah lagi. Sehebat itukah ‘hati’ itu sehingga seolah-olah yang lain menjadi tak ada artinya dihadapan ‘hati’ ini?

Sehebat apapun sebuah hal yang namanya ‘hati’ tetaplah dia harus menyadari posisinya. ‘Hati’ manusia sbagai hamba Tuhan yang Maha Esa, tidaklah serta-merta menjadi tolak ukur pembenaran sikap dan tingkah laku dan mementahkan ajaran Tuhan. Sehebat apapun ‘hatimu’ tidak lah bisa dijadikan legalitas atas pikiran, perkataan, dan perbuatan tak baik yang kamu lakukan. Janganlah jadikan ‘hati’ sebagai tameng untuk melakukan penghianatan. jangan jadikan ‘hati’ sebagai tameng perbuatan tak pantas.

Cerita di canda pinggala menuturkan diatas hati dan perasaan masih ada yang lebih tinggi yaitu kesetiaan, namun kesetiaan sendiri tetap harus tunduk pada hukum kebenaran Tuhan. katanya, tidak ada undang-undang yang lebih tinggi dari kesetiaan selain hukum Tuhan itu sendiri.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here