Apa yang Bisa Aku Lakukan?
Takdir, benarkah itu suatu realita? benarkah kita hidup tergantung pada takdir? Benarkah apa yang telah terjadi, sedang dan akan terjadi lagi diatur oleh yang namanya takdir?
Kalau apa yang akan terjadi itu semuanya mengikuti suratan takdir, berarti 10 tahun lagi nasib kita sudah pasti donk? benarkah kita tidak bisa merubah takdir? Kalau begitu apapun yang akan kita lakukan nasib kita 10 tahun lagi tetep sesuai takdir itu. artinya kita diampun ngga ngapa2in bakal seperti itu. So bagaimana kalo kita tidur saja sepuluh tahun kedepan?
Aku mengenal yang namanya karma phala. Apa yang terjadi didasarkan atas hasil dari perbuatan kita sebelumnya. Kita bisa baca merupakan hasil perbuatan kita belajar membaca. Artinya kalau kita menemukan orang ngga bisa baca, bukanlah karena takdirnya. Hari ini aku sakit, 10 hari lagi apakah aku sembuh atau justru mati, bukanlah karena takdir. Tapi semua itu tergantung pada karma. Jika karma yang sudah dan akan aku lakukan mengarah ke kesembuhan, maka kesembuhanlah yang akan didapatkan, begitu juga sebaliknya.
Kita lihat saja nanti, begitulah salah satu penutup sebuah lagu. Tidak! Jangan! Menyerah pada hasil perjalanan waktu bukanlah cara yang baik. Pasrah boleh, tapi bukan menyerah. Pasrah terhadap sikap dan perlakuakn orang lain boleh2 saja. tapi jangan pada usaha sendiri.
Kadang keberhasilan kita sedikit banyak bahkan kadang sangat banyak dipengaruhi usaha orang lain. Dalam team work misalnya. Jangan rubah orang lain untuk dirimu, itulah yang aku usahakan, dan banyak orang juga memberikan nasehat seperti itu. Tapi rubahlah dirimu untuk kebahagiaan orang lain. Tentunya jika itu memang yang patut dilakukan. Tapi berusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain kadang tak selamanya memberikan hasil yang kita harapkan. Malah kadang tak memberi hasil positif apa2 justru hasil negatif. Kalau orang menginginkan kamu out, apapun yang kamu usahakan kadang dianggap angin lalu. Semua terlihat terlalu biasa, nothing special. Janganlah berkaca pada usaha orang lain, jangan!
Kok orang lain baru nulis a sudah dapat apresiasi tinggi, kok aku sudah nulis a sampe z tak dilihat? Jangan, hindari! Kok dia berbuat curang malah dipuja-puja, aku yang patuh malah dilupakan? Apalagi seperti ini, jangan! Lakukan saja apa yang memberikan karma baik untukku, untukmu dan untuk yang lain. Dan tentu saja “jangan lakukan apa yang tidak ingin orang lain lakukan pada dirimu“. Jangan memukul, kalau tak ingin dipukul, jangan menyakiti, kalau tak ingin disakiti, jangan!. Jangan mencuri, kalau tak ingin kecurian, jangan menipu kalau tak ingin ditipu.
Sudah ngga mukul, tapi kok malah terpukul, ngga nyubit, malah dicubit, ngga nyuri eeee… malah kecurian, ngga nipu eee… malah kecolongan, takdir? Bukan! Cobaan iya, dan semuanya pasti terbalaskan, jangan kuatir. Semua keburukan itu akan menjadi karma yang buruk juga bagi pelakunya.
Apa yang bisa aku lakukan? Yang bisa aku lakukan adalah tetap berusaha melakukan sesuatu yang baik menurut kaca mata universal, bukan baik menurut kaca mataku saja —hati-hati dengan kata hati. Kata hati kadang menyesatkan. Kata hati lebih tunduk pada kebenaran dari kaca mataku saja. Semakin aku tunduk pada kata hati, semakin butalah aku pada kebenaran universal. Akibatnya aku membenarkan apapun yang aku lakukan. Hindari hal seperti itu, bisakah? Mudah-mudahan.

Saya juga ngasih komentar di blog orang laen, jarang ada yang bales balik ngasih komen di blog saya… Apa karena blog saya kurang bermutu yah??
Comment by Adhi Prasetia — April 4, 2008 @ 3:27 pm
bhagavad gita 2.47, ya, pak?
saya juga pernah nyoba ngutak-atik flowchart takdir Tuhan, pak. dan hasilnya memang terlalu rumit buat dimengerti. akhirnya saya nyerah dan terpaksa menyetujui kata2nya tom cruise di ‘the last samurai’, “manusia cuma bisa berusaha sampai takdirnya terungkap.”
Comment by sitampandarimipaselatan — April 4, 2008 @ 7:15 pm
Tulisannya bagus Pak! Beda dari tulisan2 orang2 Ilkom UGM ttg spiritualitas yg pernah saya baca
Beste Grüße,
Dafferianto
Comment by Dafferianto — April 15, 2008 @ 10:30 am
@dafferianto
makasi, but ngga segitunya kali. cuma iseng aja nulis apa yg ingin ditulis. Tapi mudah2an tambah semangat nih… thx again
Comment by deMuji — April 18, 2008 @ 3:49 am