Penyimpangan Teknologi
Mendengar jargon GPS, sekilas kita bisa membayangkan hal2 yg berbau canggih. Namun ketika menggunakanya, kaget juga aku kalau perangkat GPS itu tak sesempuran yang ada di benakku. Atau mungkin ini kesalahan alat saja? Mungkin alat lain bisa lebih baik dari ini? Entahlah, toh yang aku punya cuma satu. (Butuhnya juga cuma satu, itupun buat iseng aja).
Okay, apa yang terjadi sebenarnya. Begini, sejak 1 Juli ini aku menempati rumahku yang baru selesai (malu juga baru sekarang punya rumah sendiri, padahal dah kerja hampir 5 tahun di UGM). Nah karena lingkunganya baru, iseng aku coba deteksi lokasi dengan GPS, eh ada di ketinggian 220 m diatas permukaan laut? Ngga percaya rasanya… Pas jongkok tiba2 ketinggian berbuah 119 m diatas permukaan laut. Waduh… berubah lagi 216 m.
Malamnya iseng ngukur lokasi depan MM UGM, terlihat ketinggian 165m. Hmmm apa iya ketinggian Terminal Jombor 200-an meter sementara depan MM UGM 165 m? Itu berarti ada selisih 35-an meter. Melihat kontur jalan, rasanya kok ngga ya… Tapi melihat perubahan pada satu titik yang bisa bias hingga 20m, rasanya jadi ragu juga baca data dari GPS. Mungkin patut dicoba alat GPS yang lain sebagai pembanding.
