G.Mujiyatna

G.Mujiyatna

July 30, 2007

Pak Polisi & MP3 Player

Filed under: ICT, Iseng - deMuji @ 2:12 am

Dua tahun lalu MP3 player masih terkesan barang mewah, hmmm maklum waktu itu yang paling kita kenal tentu saja IPOD yang harganya memang diatas 1 jutaan. Kalau dibanding harga handphone sih masih terkesan harga kacang goreng, tapi karena single function ya rada mahal-lah.

Tidak sampai setahun, berbagai merk MP3 player muncul di pasaran bak jamur di musim hujan. Itulah hebatnya teknologi ICT sekarang. Perkembangannya sangat pesat. Jangan dibandingin deh ma teknologi otomotif, melesat jauh ICT unggul di depan.

Pagi tadi seperti biasa setiap pagi saya melewati perempatan Jalan Magelang. Mengingat padatnya lalulintas di perempatan ini dan adanya kesibukan renovasi jalan, maka ada banyak polisi yang sibuk mengatur lalulintas. Suatu pemandangan yang unik buat saya, seorang polisi (dari pakaian sih bukan polantas - pakai baret coklat), asyik bertugas sambil sepasang earphone putih menempel di kupingnya. Naga2nya sih MP3 Player. Sambil tak lupa tersenyum kepada setiap pengguna lalulintas dia cukup konsen pada tugasnya.

Saya jadi ingat di Jakarta pernah ada aksi polantas bertugas sambil berjoget. Hmm… sepertinya polisi memang perlu hiburan biar tidak tegang terus dalam bertugas, toh tidak semua tugasnya diwarnai dengan sikap tegas bak menghadapi penjahat. Ya kita2 sebagai pengguna lalulintas tentu saja merasa lebih adem, melihat Pak Polisi bisa dengan ramah bertugas di jalan lantaran kepalanya ngga pusing melihat semrawutnya lalulintas karena sudah refreshing lewat MP3 player.

Mengutip slogan iklan, MP3 Player, sebuah produk teknologi yang mengerti manusia, setidaknya dia bisa menjadikan kita lebih manusiawi. Selamat bertugas Pak Polisi.

July 9, 2007

Penyimpangan Teknologi

Filed under: ICT - deMuji @ 9:07 am

Mendengar jargon GPS, sekilas kita bisa membayangkan hal2 yg berbau canggih. Namun ketika menggunakanya, kaget juga aku kalau perangkat GPS itu tak sesempuran yang ada di benakku. Atau mungkin ini kesalahan alat saja? Mungkin alat lain bisa lebih baik dari ini? Entahlah, toh yang aku punya cuma satu. (Butuhnya juga cuma satu, itupun buat iseng aja).

Okay, apa yang terjadi sebenarnya. Begini, sejak 1 Juli ini aku menempati rumahku yang baru selesai (malu juga baru sekarang punya rumah sendiri, padahal dah kerja hampir 5 tahun di UGM). Nah karena lingkunganya baru, iseng aku coba deteksi lokasi dengan GPS, eh ada di ketinggian 220 m diatas permukaan laut? Ngga percaya rasanya… Pas jongkok tiba2 ketinggian berbuah 119 m diatas permukaan laut. Waduh… berubah lagi 216 m.

Malamnya iseng ngukur lokasi depan MM UGM, terlihat ketinggian 165m. Hmmm apa iya ketinggian Terminal Jombor 200-an meter sementara depan MM UGM 165 m? Itu berarti ada selisih 35-an meter. Melihat kontur jalan, rasanya kok ngga ya… Tapi melihat perubahan pada satu titik yang bisa bias hingga 20m, rasanya jadi ragu juga baca data dari GPS. Mungkin patut dicoba alat GPS yang lain sebagai pembanding.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here